Friday, 29 December 2017

RUMUS DASAR HADROH

   CARA MEMUKUL HADROH

1. Awalan : pukulan sebelum lagu dimulai
2. tengahan/jeda : pukulan yang dimainkan pada saat lagu pada posisi jeda/akhir dari bait lagu (vokalismengambil nafas)
3. Naikan : Pukulan sesaat sebelum lagu menuju reff.
4. Naik : Pukulan saat lagu pada posisi reff
5. Akhiran/tutup : Pukulan saat lagu akan berakhir.
  
  
Kunci Pukulan Dasar  
 UNTUK T artinya : Tak.  Untuk pukulan berbunyi tak, dalam rumus ditulis "T". Jari-jari    direnggangkan, pukul dibagian pinggir hadroh/rebana.

 UNTUK D artinya : Dung. Untuk pukulan hadroh berbunyi dung, dalam rumus ditulis "D". Jari dirapatkan, pukul dibagian agak tengah hadroh/rebana

1) Rumus Kunci Hadroh Anakan :

Awalan  : D.T DDDT / TDTT DDDT / ( diketuk ber xx mengikuti lagu )
Naikan  : TDTT TTTT TDDD DDDD DDTT
Naik      : TTDT TDTT (diulang menurut lagu)
Jeda       : T. TTTT TTTT
Akhiran : TDDT TTDT TD

2. Rumus Dasar Hadroh Nikahan

Awalan  : DT DDD / TDT DDD / ( diketuk berkali mengikuti lagu )
Naikan  : TD TTTT TTTD DDDD DDDD
Naik      : TTT. D. TTTD (diketuk berulang saat reff)
Jeda      : T.T.T. TTTT
Tutup     : DD TTT. D. TTTD

Ket : Rumus di atas adalah rumus dasar (belum diterapkan pada lagu), apabila akan diterapkan pada lagu maka rumus tersebut diketuk dengan mengikuti panjang pendeknya lagu, dengan cara dikurangi atau ditambah. Ketentuannya, untuk rumus A (yang ditambah atau dikurangi) adalah pada ketukan TTT. D. TTT D dan untuk rumus B pada ketukan TTDT TDTT.

 CONTOH PENERAPAN PADA LAGU

Lagu Assalamu’alaik : Baris nomor 3 diketuk 2x, baris nomor 4 dikurangi 1
Lagu Yaa Nabi Salam ’Alaik : Baris nomor 4 ditambah 1.
Lagu Yaa Imamarrusli : Baris nomor 3 diketuk 2x, baris nomor 4 dikurangi 1.
Lagu Thola’al Badru : Baris nomor 3 dikurangi 1.


CONTOH VARIASI KETUKAN AWALAN LAGU
D / D DDD / T DDD...
D / TD TDD / T DDD...
D / D. D. D TT D / T DDD...
D / DD D / T DDD...
D / D D DD / T DDDT...
D / TD T. DD / T DDDT...
D / D. D. D TT TD / T DDDT...
D / DD D / T DDDT..
.
CONTOH KETUKAN BASS
D / D DD D
D / DD DD D
D / D DD D
D / D DD DD D D
D / D D D

Ket : Untuk ketukan awalan Bas, mengikuti ketukan awalan pada rumus A.
RUMUS DASAR HADLROH ( pelan )

ASSALAMU’ALAIK
A. 1. T. D. TT TD ( diketuk ber xx mengikuti lagu )
2. T. D. TT TDD TT TT T TT TD D DD DD D DD DD
T. TT D TT TT T TT TT D TT TD
B. 1. T. DT. TD ( diketuk ber xx mengikuti lagu )
2. T. DT. T. DDT T. TT T T. DD D D DD D DDT
TT D TT T TT TT TT D TT TD

MAULAYA
A. 1. D/ DD. T. TT. TD / ( diketuk ber xx mengikuti lagu )
2. DD. T. TT. TDD TT TT T TT TD D DD DD D DD DD
T. TT D TT TT T TT TT D TT TD
3. T. TT D TT TT T TT TT D TT TD T TT TT D TT TD
T TT TT D TT TDD TT TT D TT TD
B. 1. D/ DD. T. TD / ( diketuk ber xx mengikuti lagu )
2. DD. T. T. DD T T. TT T T. DD D D DD D DDT
TT D TT T TT TT TT D TT TD
3. T.T.T. DT T TT TT TT D TT TD TT TT D TT TD
TT TT D TT T DD TT TT D TT TD


EKSTRA BONUS VARIASI
1. A. D/ TD TDD / ( Huwannur, Ala Ya Rosulalloh )
B. D/ TD T. DD /
2. A. DD/ TT TT T. DD / ( Ya Madihan )
B. DD/ TT T TT TDD /
3. A. D/ TD T DDD / TT TT TD ( Ya Robbana’tarofna )
B. D/ TD T. DD DD / TT T TT TD
4. A. D/ T DT DT DD / ( Saaltulloh Barina )
B. D/ TD TD T. D DD /
5. A. DT / T DDX ( Ya Badrotim )
B. DT / T. DD DX
6. A. DTT. DTTD TT XX ( Lagu bebas )
B. D. TT. D. TT. TD. TT. XX.

Sekian Rumus Dasar Dan Variasi Semoga Bermanfaat 

Wednesday, 6 December 2017

Ceramah Kultum Tentang Kematian

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Rahimakumullah.

Ada kehidupan, ada pula kematian. Kematian adalah sebuah kepastian yang tak bisa dinegosiasikan. Allah SWT. Berfirman yang artinya :
 “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali Imran/ 3: 185).
 
 
 
Perjalanan menuju akhirat merupakan suatu perjalanan yang panjang. Banyak aral dan rintangan serta memerlukan perjuangan dan pengorbanan. Dan kematian adalah gerbang pertama yang harus kita masuki untuk menuju akhirat.
Dan kematian, bukanlah hal yang sepele. Rasulullah SAW. bersabda:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ
“Tiada Tuhan selain Allah, sesungguhnya di dalam kematian terdapat rasa sakit”. (HR. Bukhari)
Saat nyawa dicabut, napas kita tersengal, mulut terkunci, anggota badan kita tanpa daya dan pintu taubat pun tertutup. Pada saat itu tak ada yang bisa menghindarkan kita dari sakaratul maut.
 “dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. (QS. Qaf/ 50: 19)
Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Rahimakumullah.
Cukuplah kematian sebagai nasehat untuk setiap dari kita, apakah kita sudah siap ketiaka kematian datang menjemput? Sudah cukupkah bekal yang kita punya untuk menempuh perjalanan selanjutnya menuju alam akhirat yang kekal dan abadi? Sudah pantaskah kita untuk bertemu Rabb kita? Sudah layakkah kita untuk ditempatkan di dalam surga beserta kemewahan di dalamnya?
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat. Mati dengan husnul khatimah dengan ridha dan diridhai Allah SWT.
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (QS. al-fajr/ 89: 27-30)

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Wassalamu’alaikum WR WB

Contoh Ceramah Tentang Pendidikan Moral

Assalamua’laikum WR  WB


Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita semuanya rahmat dan hidayahNya, tidak lupa juga shalawat dan salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada nabi besar kita nabi Muhammad SAW yang semoga kita semuanya tetap istiqamah dijalan yang dimuliakannya.

Hadirin semuanya dirahmati Allah, suatu bangsa akan lebih dihormati dan bisa lebih maju tidak hanya dengan teknologinya yang maju atau ekonominya yang semakin meningkat. Akan tetapi lebih dari itu pendidikan tentang moralnya juga harus lebih baik. Moral yang baik bisa terlihat dari bagaimana tingkah laku yang dilakukan dalam keseharian. Dari itu menjadi penting untuk selalu menjaga moralitas baik yang dimiliki dari pengaruh luar yang merusak. Hadirin yang dirahmati Allah, semakin majunya teknologi yang ada sekarang ini pada satu sisi memang lebih memudahkan untuk mencari dan menambah informasi, akan tetapi pada sisi lainnya juga bisa berpengaruh luas kepada moralitas bangsa ini. Jangan sampai kemajuan teknologi tersebut justru membuat kita menjadi mudah sekali terpengaruh dan merusak nilai-nilai moral yang ada di negara kita.
Pentingnya pendidikan moral yang baik maka sebagai orang tua kita juga harus bisa dan bertanggung jawab dalam memantau perkembangan moral putra-putri kita agar bisa terhindari dari pengaruh buruk yang merusak moral mereka. Berikan nasihat dan pendidikan moral kepada mereka agar senantiasa ingat kepada moral yang sejalan dengan bangsa ini, dan bentengi mereka dengan keimanan agar terhindar dari moral yang tidak bertanggung jawab.

Hadirin yang dirahmati Allah dari itu mulai dari sekarang mari kita bersama-sama dalam membantu menjaga dan moral bangsa terutama generasi penerus untuk bisa sopan dan santun serta mengingatkan akan budaya ketimuran yang ada di negara kita.
Sekian ceramah yang bisa saya sampaikan atas segala kekurangannya mohon maaf atas yang sebesar-besarnya.


Wassalamua’laikumWR WB

Tuesday, 5 December 2017

Sholawat Syifa Tibbil Qulub

Bacaan Sholawat Syifa Tibbil Qulub

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا . وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا . وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا . وَقُوْتِ اْلأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا . وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

“Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin thibbil quluubi wadawaa-iha wa‘aafiyatil abdaani wasyifaa-ihaa wanuuril ab-shaari wadhiyaa-ihaa wa’alaa aalihii washohbihii wasaliim”
Artinya: “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada baginda kami, Junjungan Nabi Muhammad SAW sebagai penyembuh hati sekaligus obatnya,  penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata  beserta cahayanya dan merupakan makanan pokok jasmani maupun rohani, Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya.”



Faedah Bersholawat Akan Mendapat Rahmat Langsung dari Allah SWT

 Karena pada dasarnya bershalawat kepada Rasulullah memiliki banyak sekali khasiat yang tidak terhitung oleh akal manusia dan salah satu nikmat serta ganjaran terbesar shalawat adalah Allah SWT membalasnya dengan 10 kali sholawat yang berupa rahmat yang langsung mendatangi kita.
Masya Allah, apalagi yang lebih baik dari rahmat Allah SWT. Oleh karena itu perbanyaklah sholawat dan sesering mungkin, selalu sempatkan bershalawat dalam semua aktifitas kita sehari-hari. Agar semua yang lakukan selalu dirahmati Allah SWT dan senantiasa menjadi berkah.

PENGERTIAN UMUM MENGENAI SHOLAWAT WAHIDIYAH DAN KANDUNGANNYA

1.Sholawat Wahidiyah
  •   Sholawat Wahidiyah adalah seluruh rangkaian do'a-do'a sholawat yang tertulis didalam Lembaran Shola­wat Wahidiyah, termasuk cara-cara dan adab-adab pengamalannya, bacaan-bacaan dan, segala isi kandungan yang terdapat didalamnya, termasuk bacaan surat Al Faatihah penutup.
  • Sholawat Wahidiyah adalah rangkaian Do'a Sholawat Nabi SAW, yang alhamdu lillah oleh Alloh SWT dikaru-niai berbagai faedah antara lain dan terutama berupa menjernihkan hati, menenangkan batin dan menenteramkan jiwa serta meningkatkan daya ingat sadar/ma'rifat kepada Alloh SWT Tuhan Yang Maha Esa wa Rosulihi shollallohu 'alaihi wasallam.
  • Sholawat Wahidiyah mempunyai kandungan berupa suatu sistem yang disebut "AJARAN WAHIDIYAH".
  • Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah telah diijazahkan secara mutlak oleh Muallifnya yaitu Al-Mukarrom Mbahyai Kyahi Haji Abdoel Madjid Ma'roef, Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kotamadya Kediri Propinsi Jawa Timur Indonesia, untuk diamalkan oleh siapa saja dar agar supaya disiarkan kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu dengan ikhlas tanpa pamrih dan dengan bijaksana.
  • Pengamalan Sholawat Wahidiyah termasuk sebagian dari amalan ibadah sunnah dalam Islam. 
  • Sholawat Wahidiyah mulai disiarkan pada awal tahun 1963.z
 
  1. AJARAN WAHIDIYAH
a.       Yang dimaksud dengan AJARAN WAHIDIYAH adalah bimbingan praktis lahiriyah dan batiniyah yang berpedoman kepada Al Qur'an dan Al Hadits dalam melaksanakan Tuntunan Rosululloh SAW meliputi bidang iman, bidang Islam dan bidang Ihsan, mencakup segi syari'ah, segi haqiqoh/ma'rifah dan segi akhlaq.
b.      Ajaran Wahidiyah dirumuskan sebagai berikut :     
·      LILLAH-BILLAH
·      LIRROSUL-BIRROSUL
·      LILGHOUTS-BILGHOUTS
·      YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQOH
·      TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’

  1. MUJAHADAH WAHIDIYAH
Mujahadah Wahidiyah atau lazim disebut MUJAHADAH, adalah pengamalan Sholawat Wahidiyah atau bagian dari padanya menurut cara/kaifiyah yang ditentukan oleh Muallif, sebagai penghormatan kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam dan sekaligus merupakan do'a permohonan kepada Alloh SWT Tuhan Yang Maha Esa yang diperuntukkan bagi diri pribadi dan keluarga, bagi bangsa dan negara, bagi segenap umat masyarakat jamii’ al 'alamin dan bahkan bagi segenap makhluq ciptaan Alloh.

  1. PENGAMALAN WAHIDIYAH
Yang dimaksud dengan Pengamalan Wahidiyah ialah melakukan Mujahadah (bermujahadah) sebagai dimaksud point 3 diatas serta menerapkan Ajaran Wahidiyah sebagai dimak­sud point 2 didalam kehidupan sehari-hari.

  1. PENYIARAN WAHIDIYAH
a.    Penyiaran Wahidiyah adalah penyampaian Sholawat Wa­hidiyah atau bagian dari padanya, dan atau penyam­paian Ajaran Wahidiyah atau bagian dari padanya kepada dan agar supaya disampaikan oleh orang lain dengan disertai keterangan/penjelasan seperlunya.
b.    Penyiaran Wahidiyah dilakukan menurut prinsip "Tidak pandang bulu" dan "Ikhlas tanpa pamrih" dengan " bijaksana serta didukung dengan Mujahadah.

  1. PEMBINAAN WAHIDIYAH
Pembinaan Wahidiyah adalah upaya untuk memelihara dan meningkatkan Pengamalan Wahidiyah dan Penyiaran Wahidi­yah sebagai dimaksud point 4 dan point 5 tersebut diatas.

  1. PENDIDIKAN WAHIDIYAH
Pendidikan Wahidiyah adalah pendidikan kewahidiyahan yang disalurkan baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal.

  1. DA'WAH WAHIDIYAH
Da'wah Wahidiyah adalah proses kegiatan "MENGAJAK" manusia sadar kepada Alloh wa Rosuulihi SAW dengan mengamalkan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah.

  1. PERJUANGAN WAHIDIYAH
a.       Perjuangan Wahidiyah atau juga disebut PERJUANGAN FAFIRRUU ILALLOHI WA ROSUULIHI SAW 'adalah upaya lahiriyah dan batiniyah mengusahakan kejernihan hati, ketenangan batin dan ketentraman jiwa menuju sadar/ ma'rifat kepada Alloh wa Rosuulihi SAW dengan pengamalan, penyiaran, pembinaan dan pendidikan Wahidiyah, serta sarana dan penunjang lain yang dibutuhkan dalam perjuangan Wahidiyah dibawah bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah.
b.      Perjuangan Wahidiyah mempunyai tujuan terwujudnya keselamatan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup lahir batin, materiil dan spiritual, di dunia dan di akhirot bagi masyarakat bangsa Indonesia di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUo 1945, dan bagi masyarakat ummat manusia seluruh dunia dengan mengu­sahakan :
1)             agar supaya ummat masyarakat jamii'al 'alamin (seluruh dunia terutama diri sendiri dan keluarga) kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Alloh SWT Tuhan Yang Maha Esa dan Rasul-NYA SAW !
2)             agar supaya akhlaq-akhlaq yang tidak baik dan merugikan (terutama akhlaq diri sendiri dan keluarga) segera diganti oleh Alloh SWT dengan akhlaq yang baik dan menguntungkan.
3)             agar supaya tercipta kehidupan dunia dalam suasana aman damai saling hormat-menghormati dan saling bantu-membantu di antara ummat manusia segala bangsa.
4)             agar supaya dilimpahkan barokah atas Bangsa dan Negara, dan atas segala makhluq ciptaan Alloh.
c.       Pelaksanaan Perjuangan Wahidiyah meliputi :
1)        Bidang Pengamalan Wahidiyah
2)        Bidang Penyiaran Wahidiyah
3)        Bidang Pembinaan Wahidiyah
4)        Bidang Pendidikan Wahidiyah, dan bidang kegiatan lain yang dibutuhkan sebagai sarana dan penunjang pelaksanaan tugas-tugas Perjuangan Wahidiyah, yaitu :
5)        Bidang Keuangan Wahidiyah
6)        Bidang Organisasi dalam Wahidiyah/ke PSW an
7)        Bidang Administrasi dan Management Wahidiyah

  • Al Faatihah ...".............................                            1 x
  • Yaa Robbanallohumma sholli sallimii ... dst.        3 x
  • Alloohumma baarik ..................... dst.                   7 x
Istighrooq - Al Faatihah

Arti Shalawat dan Salam

Kalau kita bershalawat dengan kalimat “shallallahu wa sallam ‘ala nabiyyina Muhammad”, semoga shalawat 
 dan salam dari Allah kepada Nabi kita Muhammad, apa maksudnya?

Imam Nawawi Al-Bantani rahimahullah (lahir tahun 1815, meninggal dunia tahun 1898) berkata bahwa yang dimaksud “shalawat dari Allah” adalah semoga Allah menambahkan kemuliaan. Sedangkan “salam” yang dimaksud adalah semoga Allah memberikan penghormatan yang tinggi dan derajat yang mulia. (Lihat Kasyifah As-Saja Syarh Safinah An-Najaa, hlm. 29)

Ada ulama yang mengatakan bahwa shalawat dari Allah artinya rahmat, shalawat dari malaikat artinya ampunan, sedangkan shalawat dari manusia artinya do’a.
Jika kita mengatakan semoga shalawat pada beliau dari malaikat, maksudnya adalah doa berupa ampunan dari malaikat.
Jika kita mengatakan semoga shalawat pada beliau dari seorang khotib (yang berkhutbah), maksudnya adalah doa kebaikan dari khatib.
Jika kita mengatakan semoga shalawat pada beliau dari Allah, maksudnya adalah semoga Allah merahmati beliau.
Namun Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa shalawat itu lebih spesial lagi dari do’a rahmat. Lihat saja, para ulama sepakat mendoakan rahmat pada setiap orang beriman. Namun mengenai shalawat pada selain Nabi, para ulama berbeda pendapat, apakah boleh ataukah tidak. Kalau do’a itu bermakna rahmat, maka tentu tidak ada perbedaan. Sebagaimana kita mendo’akan seseorang dengan rahmat, berarti juga boleh kita bershalawat padanya semoga shalawat pada orang tersebut dari Allah, seperti itu doanya.
Perhatikan pula, Allah menyebutkan shalawat sendiri dan rahmat sendiri dalam satu ayat,


أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 157). Penyebutan shalawat dan rahmat di sini menunjukkan akan perbedaan keduanya. Karenanya pula para ulama rahimahumullah menggunakan shalawat dari Allah pada satu tempat, menggunakan kata rahmat juga pada tempat yang lain. Kesimpulannya, shalawat tidak sama dengan rahmat.

Pengertian yang paling bagus mengenai shalawat adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Abul ‘Aliyah rahimahullah,

صَلاَةُ اللَّهِ ثَنَاؤُهُ عَلَيْهِ عِنْدَ الْمَلاَئِكَةِ ، وَصَلاَةُ الْمَلاَئِكَةِ الدُّعَاءُ



“Shalawat dari Allah maksudnya adalah pujian Allah pada Nabi di sisi para malaikat. Shalawat dari malaikat maksudnya adalah do’a.”
Jadi kalimat “Allahumma shalli ‘alaih”, Ya Allah, semoga shalawat untuk beliau, maksudnya: pujilah beliau di sisi makhluk yang Maha Mulia yaitu para malaikat. (Lihat Syarh Al-Mumthi’, 3: 163-164)
Sedangkan kalimat salam itu bermakna Allah yang menyelematkan, menjaga dan menolong Nabinya. (Syarh Al-Mumthi’, 3: 149)

Sunday, 3 December 2017

Lagu Sholawat Nabi

Sunnah Sunnah Berwudhu dan Penjelasannya : 1. Membaca bismillah Kesunnahan membaca bismillah ini sebenarnya terletak pada setiap akan melaksanakan pekerjaan pekerjaan ibadah atau hal hal baik lainnya. 2. Memakai siwak ( kayu aroq) Memakai kayu siwak atau benda benda lainnya yang memiliki tekstur kasar semisal sikat gigi, ujung kain dari baju bukan jari manusia yang kasar. dasar kesunnahannya juga sama seperti dasar kesunnahan membaca bismillah disetiap akan melaksanakan ibadah. 3. Niat sunnah wudhu Niat ini kita laksanakan pada saat awal memakai siwak, niatnya semisal "saya niat melaksanakan sunnah wudhu". sebagaimana yang diterangkan didalam beberapa kitab kitab fiqih ahlussunnah waljamaah. 4. Membasuh tangan Yaitu menyela nyelai jari jari tangan dan membasuh tangan sampai pergelangan. 5. Kumur Berkumur seperti biasanya hingga menyentuh pangkal tenggorokan dan diulangi sampai 3 kali. 6. Intinsyak Yaitu memasukkan air ke hidung dan diulangi juga sampai 3 kali. lebih baiknya kumur dan istinsyak dibarengkan. 7. Tastlis Mengulang 3 kali setiap basuhan wajib dan sunnah di dalam wudhu.

Source: http://www.fiqihmuslim.com/2014/09/sunnah-wudhu.html

Sunnah Sunnah Wudhu dan Penjelasannya

Sunnah Sunnah Berwudhu dan Penjelasannya : 1. Membaca bismillah Kesunnahan membaca bismillah ini sebenarnya terletak pada setiap akan melaksanakan pekerjaan pekerjaan ibadah atau hal hal baik lainnya. 2. Memakai siwak ( kayu aroq) Memakai kayu siwak atau benda benda lainnya yang memiliki tekstur kasar semisal sikat gigi, ujung kain dari baju bukan jari manusia yang kasar. dasar kesunnahannya juga sama seperti dasar kesunnahan membaca bismillah disetiap akan melaksanakan ibadah. 3. Niat sunnah wudhu Niat ini kita laksanakan pada saat awal memakai siwak, niatnya semisal "saya niat melaksanakan sunnah wudhu". sebagaimana yang diterangkan didalam beberapa kitab kitab fiqih ahlussunnah waljamaah. 4. Membasuh tangan Yaitu menyela nyelai jari jari tangan dan membasuh tangan sampai pergelangan. 5. Kumur Berkumur seperti biasanya hingga menyentuh pangkal tenggorokan dan diulangi sampai 3 kali. 6. Intinsyak Yaitu memasukkan air ke hidung dan diulangi juga sampai 3 kali. lebih baiknya kumur dan istinsyak dibarengkan. 7. Tastlis Mengulang 3 kali setiap basuhan wajib dan sunnah di dalam wudhu.

Source: http://www.fiqihmuslim.com/2014/09/sunnah-wudhu.html
Sunnah Sunnah Berwudhu dan Penjelasannya : 1. Membaca bismillah Kesunnahan membaca bismillah ini sebenarnya terletak pada setiap akan melaksanakan pekerjaan pekerjaan ibadah atau hal hal baik lainnya. 2. Memakai siwak ( kayu aroq) Memakai kayu siwak atau benda benda lainnya yang memiliki tekstur kasar semisal sikat gigi, ujung kain dari baju bukan jari manusia yang kasar. dasar kesunnahannya juga sama seperti dasar kesunnahan membaca bismillah disetiap akan melaksanakan ibadah. 3. Niat sunnah wudhu Niat ini kita laksanakan pada saat awal memakai siwak, niatnya semisal "saya niat melaksanakan sunnah wudhu". sebagaimana yang diterangkan didalam beberapa kitab kitab fiqih ahlussunnah waljamaah. 4. Membasuh tangan Yaitu menyela nyelai jari jari tangan dan membasuh tangan sampai pergelangan. 5. Kumur Berkumur seperti biasanya hingga menyentuh pangkal tenggorokan dan diulangi sampai 3 kali. 6. Intinsyak Yaitu memasukkan air ke hidung dan diulangi juga sampai 3 kali. lebih baiknya kumur dan istinsyak dibarengkan. 7. Tastlis Mengulang 3 kali setiap basuhan wajib dan sunnah di dalam wudhu.

Source: http://www.fiqihmuslim.com/2014/09/sunnah-wudhu.html

OFFICIAL YOUTUBE ROSSA AGI

hii guys selamat datang ke blog saya (agi) ya saya pemilik blogger ini sekarang,oke langsung aja blog ini akan saya terbitkan lagi tetapi de...